• 21

    Feb

    Pahamilah Kebutuhan Kita

    Salah satu pelajaran yang diajarkan di Sekolah Dasar adalah tentang kebutuhan manusia. Kebutuhan dibagi menjadi tiga, kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang penting dan mendesak, contohnya adalah sandang, pangan, papan (pakaian, makanan, dan tempat tinggal). Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang kepentingannya di bawah kebutuhan primer. Misalnya sarana transportasi, alat komunikasi, dll. Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang sifatnya mewah seperti perhiasan, mobil mewah, dll. Penting untuk pandai-pandai mengklasifikasi kebutuhan kita. Dengan kemampuan menyusun skala prioritas kebutuhan, seseorang dapat dengan efektif memenuhi kebutuhan hidupnya. Seorang yang tersandera oleh nafsunya dan gagal menyusun skala prioritas kebut
  • 24

    Dec

    Toleransi Atau Partisipasi?

    Di sebuah mailing list (milis), saya menemukan diskusi tentang pengucapan selamat hari besar kepada orang yang berbeda agama. Dalam hal ini, ucapan itu diukur dari pandangan Islam. Silang pendapat terjadi antara yang pro dan kontra pemberian selamat. Masing-masing saling melempar artikel dan tulisan panjang-panjang. Dalil demi dalil diurai. Tapi satu yang mengejutkan saya: saat ada yang menganggap pihak yang kontra memelihara kebencian. Saya sama sekali tidak menemukan korelasi antara diam tak mengucapkan selamat dengan kebencian terhadap yang merayakan. Tapi saya bisa mengerti, dari mana akar pemikiran salah kaprah seperti itu. Toleransi yang Disalah Artikan Ada beberapa pihak yang mengejewantahkan toleransi dalam bentuk pengucapan selamat, bahkan berpartisipasi dalam perayaan. Gawa
  • 14

    Dec

    Kecanggungan Orang Tua Mengenai Pendidikan Seks

    “Parah!!” Rata-rata seperti itu komentar orang yang membaca berita tentang seorang ibu yang mengajarkan anaknya seks bebas. Keterkejutan itu sesungguhnya berita gembira. Mengindikasikan nilai-nilai luhur pancasila masih dipegang erat oleh masyarakat Indonesia. Keterkejutan itu mencerminkan pernyataan mereka: “Sangat tidak pantas seks bebas diajarkan di negara yang berkeTuhanan, yang salah satu sumber hukumnya adalah hukum agama.” Ibu itu adalah Nia Dinata - anak dari Dicky Iskandar Dinata (1), ibu yang berkata kepada anaknya (seperti dikutip oleh okezone) “Silakan kamu melakukan itu dengan pacarmu tapi dengan syarat sama-sama mau.” (2) Mempersilakan anaknya untuk melakukan seks bebas. Dengan penuh kebanggaan, ibu yang mengajarkan anaknya seks bebas it
-

Author

Follow Me